Jepang kembali hadir dengan filmnya yang tidak biasa. Kali ini mengadaptasi sebuah permainan bertahan hidup dari Kotake Create yang sempat eksis pada tahun 2023. Dengan judul yang sama seperti permainannya, EXIT 8 dikemas menjadi sebuah film horor psikologis yang menarik.
EXIT 8 ditayangkan pertama kali pada 19 Mei 2025 lewat Festival Film Cannes 2025 dan ditayangkan serentak di bioskop Jepang pada 29 Agustus 2025. Di bioskop Indonesia sendiri EXIT 8 mulai masuk dan ditayangkan serentak pada 10 September 2025 di CGV dan Cinepolis.
Disutradai oleh Genki Kawamura, EXIT 8 menyajikan cerita sederhana. Seorang laki-laki yang terjebak di sebuah lorong kereta bawah tanah tanpa jalan keluar. Satu-satunya cara agar ia bisa keluar dari lorong tersebut adalah dengan cara mencari sebuah 'anomali' yang terdapat di sepanjang lorong.
Anomali-anomali tersebut menyatu dengan segala elemen yang ada di lorong. Nyaris tidak dikenali jika tidak teliti. Jika ia tidak menyadari adanya anomali, perjuangannya akan sia-sia karena pintu keluar nomor delapan tidak akan kunjung muncul.
Film ini menghadirkan gambaran yang repetisi karena harus berjalan menyusuri lorong yang sama berkali-kali dan mungkin akan memberikan kesan membosankan. Namun, Genki mengemasnya dengan apik. Penonton tidak serta merta dibuat langsung ingin berhenti, ia menyisipkan adrenalin-adrenalin yang membangkitkan rasa penasaran penonton. Ada apa di ujung pintu keluar nomor delapan?
Berbeda dengan film bertahan hidup pada umumnya yang pemeran utama dibuat semakin berjalannya cerita, semakin buruk pula kondisi fisik dan mentalnya. Di film ini, Kazunari Ninomiya, pemeran karakter utama yang diberi julukan 'The Lost Man' ini menghadirkan kondisi yang berbalik.
Masa-masa menyerah dan frustasinya justru ditampilkan pada permukaan film. Bagaimana 'The Lost Man' tidak hanya menghadapi tekanan batinnya, juga harus bertarung dengan penyakit asmanya yang awalnya digambarkan sebagai penghambat. Namun, semakin dalam, ia dibuat semakin tenang.
Meskipun tidak menghadirkan twist yang besar, Genki Kawamura tetap sukses menyajikan film yang memukau. Disematkan genre horor, film ini lebih menguji dalam sisi psikologis. Selain itu, pesan tersirat yang disampaikan juga dalam dan sangat relevan dengan kondisi Jepang saat ini. Berani coba nonton?
1 Komentar
Nino makin cakep ajaaa 😍😍
BalasHapus