(Ilustrasi: Pinterest)
Mungkin kamu pernah merasa iri saat melihat teman-temanmu mulai rutin jogging pagi, mulai rajin makan clean food, atau minum jus buah dan sayur, sedangkan di saat yang sama, kamu masih rebahan sambil makan keripik di kasur. Rasa ingin ikut-ikutan itu mulai muncul, disertai bisikan kecil, “Aku harusnya juga bisa, ya.” Nah, selamat datang di dunia FOMO!
FOMO atau Fear of Missing Out adalah ketakutan tertinggal tren atau momen yang sedang ramai, termasuk dalam hal gaya hidup sehat. Selama ini, FOMO sering kali diberi label negatif. Dianggap membuat orang mudah terbawa arus, tidak punya pendirian, bahkan bisa berdampak pada kesehatan mental jika tidak dikontrol.
Namun, apa jadinya kalau ternyata FOMO bisa jadi pemicu buat ikut-ikutan ke arah hidup yang lebih sehat? Bayangkan kamu melihat banyak orang di sekitarmu mulai menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula, atau mulai lebih sering menggunakan transportasi umum, dan kamu mau ikut-ikutan gaya hidup tersebut, kenapa tidak?
Ketika FOMO Menjadi Titik Balik
Tidak semua orang memulai perjalanan hidup sehat dari kesadaran yang mendalam. Beberapa justru memulainya karena ingin seperti orang lain dan tidak ada yang salah dengan itu. Yang penting adalah keinginan ingin bergerak, daari bergerak, muncul kebiasaan, kemudian dari kebiasaan, tumbuh kesadaran.
Kadang kita cuma butuh dorongan kecil untuk mulai dan kalau itu datangnya dari rasa FOMO, tidak masalah sama sekali! Mungkin awalnya rasa penasaran, diikuti rasa berkecil hati karena melihat orang lain berkembang. Sampai akhirnya kita berada di titik sadar bahwa, “Wah, ternyata aku bisa juga ya hidup sehat.”
Selain itu, keinginan untuk ikut-ikutan tersebut mungkin akan dicela orang lain karena stigma negatif yang tercipta dari FOMO. Namun, ternyata kamu merasa jadi lebih hemat, lebih sehat, dan lebih peduli lingkungan. Efek domino dari satu rasa "takut ketinggalan" bisa jadi transformasi besar, loh!
Jangan Sampai FOMO Mengendalikanmu
Namun, FOMO tetap punya sisi gelap yang harus diwaspadai. Kalau terlalu larut dalam keinginan mengikuti semua tren, kamu bisa kehilangan arah. Alih-alih menemukan gaya hidup yang sesuai, kamu malah tertekan karena merasa harus sempurna.
Gaya hidup sehat bukan sebuah perlombaan siapa yang paling duluan sampai garis finish atau siapa yang paling konsisten. Ini tentang proses yang kamu jalani sesuai kemampuan dan kenyamanan. Pada akhirnya, keinginan hidup lebih sehat bukan sesuatu yang harus kamu mulai dari kesadaran murni yang tiba-tiba muncul, dorongan kecil dari FOMO juga bisa berpengaruh besar.
Jadi, tidak perlu alergi duluan saat kamu merasa FOMO karena tidak semua bentuk FOMO itu buruk. ada juga yang justru membawa perubahan positif. Kuncinya adalah mengenali motivasi kamu dan tetap sadar arah yang kamu tuju. FOMO itu seperti api, bisa membakar, bisa juga menghangatkan; tergantung bagaimana kamu menjalaninya.
0 Komentar